Minggu, 30 Januari 2011

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RESIKO ( IBPR )


IDENTIFIKASI  BAHAYA DAN PENILAIAN  RESIKO ( IBPR )
TUJUAN :
1.       Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengendalikan bahaya serta risiko dari setiap kegiatan operational dan produksi perusahaan, baik kegiatan rutin maupun non rutin.
2.       Menetapkan target dan program peningkatan kinerja K 3 berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian Risiko .
DEFINISI : 
  1. PENILAIAN RESIKO              : Adalah  keseluruhan proses dalam mengestimasi besarnya suatu risiko .
  2. LIKELIHOOD ( Lh )               : Adalah KEMUNGKINAN terjadi suatu bahaya dari suatu aktivitas 
  3. SEVERITY ( Sv )                      : Adalah TINGKAT BAHAYA / KESERIUSAN yang ditimbulkan dari suatu aktivitas.
IDENTIFIKASI BAHAYA :
                Tiga pertanyaan dasar untuk identifikasi bahaya :
1.       Apakah ada sumber bahaya ( celaka ).
2.       Siapa dan apa yang dapat celaka.
3.       Bagaimana dapat terjadi.
                Cara Melakukan Identifikasi bahaya :
1.       Mengidentifikasi seluruh proses / area yang ada dalam kegiatan.
2.       Menhgidentifikasi sebanyak mungkin aspek K – 3 pada setiap proses / area yang telah diidentifikasi sebelumnya.
3.       Identifikasi K – 3 dilakukan pada suatu proses kerja, baik pada kondisi Normal, Abnormal, Emergency dan Maintenance.
KATEGORI BESARNYA BAHAYA :
Untuk membantu proses identifikasi bahaya dapat dikategorikan sbb :
1.       Mechanical
2.       Electrical
3.       Radiation
4.       Chemical
5.       Fire and explosion.
Daftar Potensi Bahaya :
1.       Terpeleset
2.       Jatuh dari ketinggian
3.       Kejatuhan benda asing
4.       Ruang untuk kepala yang kurang
5.       Bahaya dari mesin
6.       Bahaya dari kendaraan
7.       Kebakaran dan ledakan
8.       Zat yang terhirup
9.       Zat yang mencederai mata
10.    Zat yang melukai kulit
11.    Bahaya listrik
12.       Radiasi Getaran
13.    Bising
14.    Pencahayaan
15.    Lingkungan Panas / dingin
16.    Kegiatan kontraktor
17.    Huru hara.
KUNCI MENGIDENTIFIKASI RESIKO :
1.       Apakah diperlukan penelitian mendalam pada resiko tertentu.
2.       Apakah lingkup penelitian
3.       Apakah sumber yang dibutuhkan untuk melaksanakan penelitian
4.       Apakah yang diperoleh dapat dipercaya
Unsur kegiatan, produksi, jasa sebuah organisasi yang dapat berinteraksi dengan lingkungan.
Contoh aspek K – 3                      Contoh dampak K – 3
Ø  Ceceran oli                           > Terpeleset
Ø  Limbah padat                       > Kontaminasi tanah
Ø  Debu                                      > Pencemaran air
Ø  Bau                                         > Pencemaran udara
Ø  Minyak                                  > Kebakaran
Ø  Bising                                     > Penurunan pendengaran
Ø  Getaran                                 > Tersengat listrik
PENGENDALIAN K – 3 TERHADAP KEGIATAN YANG TELAH DIIDENTIFIKASI ;
1.       No control                     -> belum ada pengendalian K-3
2.       Engineering control     -> Pengendalian dengan engineering
3.       Procedures / W I          -> Pengendalian dengan prosedur ( work instruction )
4.       Skill training   -> Pengendalian dengan memberi pelatihan
5.       Special rules / permit  ->Pengendalian dengan ijin khusus
6.       APD -> pengendalian dengan PPE ( personal Protect equipment )
KATEGORI PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO
Resiko : adalah kombinasi dari kecenderungan / peluang dan tingkat keparahan suatu potensi bahaya.
RISK   = Probility x Severity
Kemungkinan terjadi ( Likelihood  / Probility )
1.       Rare                : Kemungkinan terjadinya bahaya sangat kecil ( pada keadaan luar biasa )
2.       Unlikeky         : Biasa tidak terjadi namun kemungkinan terjadi tetap ada.
3.       Possible          : Kemungkinan terjadi bahaya kecil atau merupakan kebetulan
4.       Likely              : Kemungkinan terjadin bahaya pada keadaan tertentu
5.       Almost certain              : Sangat mungkin terjadi bahaya

Keseriusan terjadi ( Consequences / Saverity )
1.          Insignificant                 : Cedera hanya memerlukan pengobatan P3K.
2.          Minor                            : Cedera memerlukan perawatan medis, tetapi tetap masuk kerja .
3.          Moderate                     : Cedera memerlukan perawatan medis, tetapi tidak dapat masuk kerja.
4.Major                                 : Cedera yang SERIUS ( mengakibatkan cacat anggota atau  sebagian  anggota tubuh)
5.       Catastrophic                 : Menimbulkan KORBAN JIWA
         Kategori tingkat Resiko ( tingkat bahaya /Risk Level )
1.       Negligible                     : Tidak memerlukan tindakan khusus( diabaikan )
2.         Low Risk                      : Pemantauan untuk memastikan tindakan pengendalian telah berjalan dengan baik.
3.         Moderatete                : Perlu perhatian den tambahan prosedure / WI.
4.         High Risk                      : Perlu mendapat perhatian pihak tertentu untuk perbaikan.
5.         Extreme                       : Perlu segera dilakukan tindakan perbaikan.

TINGKAT BAHAYA ( RISK LEVEL )
K
E
M
U
N
G
K
I
N
A
N
5
5
10
15
20
25
4
4
8
12
16
20
3
3
6
9
12
15
2
2
4
6
8
10
1
1
2
3
4
5
SKALA
1
2
3
4
5
KESERIUSAN ( SAVERITY )

Keterangan :
1.               : Negligible
2.               : Low Risk
3.               : Moderate
4.               : High Risk
5.               : Extreme

2 komentar:

MPS BAGOR

ADMINISTRASI

BAHAYANYA DI POMPA BENSIN

BAHAYA MOTOR MATIC

Ada kesalahan di dalam gadget ini